Portfolio IPA Adaptasi Ivan Dicky Y IX - 5/15
Adaptasi makhluk hidup adalah kemampuan makhluk untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kemampuan adaptasi
sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup. Makin besar kemampuan beradaptasi,
makin besar kemungkinan bertahan hidup. Dengan kemampuan adaptasi yang besar,
suatu jenis makhluk hidup dapat menempati habitat yang beragam.
1.
Adaptasi Morfologis
Suatu
jenis adaptasi yang menyangkut perubahan bentuk struktur tubuhnya disesuaikan
dengan lingkungan hidupnya. Misalnya : ikan bergerak dengan sirip, karena alat
gerak yang cocok untuk hidup diperairan adalah sirip, sedangkan hewan yang
hidup didarat bergerak dengan kaki-kakinya. pada golongan tumbuhan yang hidup
di rawa pantai, memiliki buah/biji yang sudah berakar sebelum jatuh kelumpur
pantai agar dapat terus tumbuh dilingkungan tersebut, seperti bakau.
2.
Adaptasi Fisiologis
Suatu
jenis adaptasi menyangkut perubahan kerja faal organ tubuh disesuaikan dengan
lingkungan hidupnya. misalnya : golongan amphibia semasa larva yang hidup diair
bernapas dengan insang, sedangkan setelah dewasa hidup didarat bernafas dengan
paru-paru. paru-oaru mengandung atau terdiri dari jutaan gelembung udara
(alveoli) guna menampung oksigen yang dihisap dari udara luar lewat saluran
pernafasan. alveoli yang berselaput tipis ini mengandung kapiler darah sehingga
memudahkan difusi oksigen kedalam kapiler darah, lalu oksigen diikat
haemoglobin (Hb) darah adalah Hb + O2 ---> HbO2 untuk diangkut keseluruh
jaringan yang hidup.
3.
Adaptasi Tingkah Laku
Suatu
jenis penyesuaian diri pada mahluk hidup yang ditunjukkan oleh perilakunya
disebabkan oleh faktor lingkungan. contohnya perubahan warna tubuh bunglon
terhadap warna lingkungan dimana ia berada; bunglon berwarna hijau jika berada
di daun-daunan dan ia berwarna hitam keabu-abuan jika berada ditanah. contoh
lainnya, lumba-lumba memiliki kebiasaan meloncat-loncat diatas permukaan air
untuk menghirup udara, karena ia bernafas menggunakan paru-paru.
0 komentar:
Posting Komentar